Ia yang laksana buih pada akhirnya tetap menjadi daya tarik tersendiri untuk kembali tegak pada satu ruang sederhana di ujung perjalanan. Menjadi satu bagian yang kelak padanya Allah hadirkan khairu umat dengan beragam cara dan ikhtiar. Menjadikan simpul kebaikan demi kebaikan tidak akan pernah lelah dihadirkan meski syak wasangka tetap berbaris di belakang demi menguji jalan kita untuk tetap satu suara, usaha, rasa dan pemikiran itu.
Adakalanya kita merasa rapuh ketika berhadapan dengan semua syak wasangka dan tudingan itu. Lelah ketika ikhtiar demi ikhtiar kebaikan yang kita lakukan dipandang remeh atau tidak berdampak apa pun meski pada akhirnya titik yang digoreskan senantiasa hadir menjadi bandul pengingat hingga penyemangat agar kelak mimpi mempersatukan di tengah selisih dan seteru tak berkesudahan ini tetap hadir dalam dada siapa saja yang yakin bahwa izzah Islam dan kaum muslimin akan tetap terjaga sampai kapan pun juga.