Hari ini, kita sebagai umat yang satu kembali mendengar dengung seteru tanpa ujung. Seteru yang tak mampu mewujudkan satu yang dirindu. Seteru yang semakin membuat kita jauh pada ejawantah khairu ummah sebagaimana yang dijanjikan Allah dalam surat Ali Imran ayat 110. Kita tetap menjadi seteru abadi bukan hanya kala panggung kuasa ditampilkan. Tapi pada hal-hal pelik tentang soalan-soalan perbedaan yang terkadang membuat banyak rasa merasa terganjal. Namun, hari-hari ini seteru beda itu kembali menguar, ejawantah dalam perihal-perihal lain ketika panggung kuasa menampilkan banyak wajah yang dulu berderet memanggungkan kebaikan-kebaikan serta kesungguhan mereka dalam hal membela terhadap umat. Mereka yang tegak dan kemudian memilih jalan berbeda di seberang. Menjadi catatan-catatan lain ketika kemudian mereka yang sok segalanya menderaskan caci maki dan hujatan pada ijtihad-ijtihad tak biasa mereka yang kemudian mengular menjadi ketakbiasaan di segala tempat.