Hanindito Laerasatya, seorang mahasiswa desain grafis yang juga bekerja sebagai jurnalis dan fotografer, mendapat tugas dari kantornya untuk menulis artikel dalam rangka memperingati Hari Seni Sedunia. Ia ditugaskan meliput sebuah karya seni di Galeri Byakta, sebuah tempat yang menyimpan sejarah panjang dunia seni. Di sana, Dito menemukan sebuah lukisan tua yang berbeda dari yang lain. Tidak ada warna, tidak ada biodata, dan tidak ada nama sang pelukis—hanya sebuah paraf kecil yang hampir tak terlihat. Keinginannya untuk menggali lebih dalam muncul ketika tanpa sengaja ia menemukan paraf serupa di sebuah lukisan lama milik keluarganya—potret eyang putrinya di masa muda. Dari situlah perjalanan Dito dimulai. Ia menelusuri jejak sang pelukis misterius, menggali kenangan yang telah lama terkubur, hingga menemukan kebenaran yang tak pernah diceritakan dalam keluarganya. Perlahan, Dito menemukan nama yang hilang; Aryasatya Adiwangsa.